Senin, 30 Januari 2012

wah aku masuk menjadi sosok di sebuah koran harin Aceh, that was one of my dream came true. Setidaknya menjadi sosok di Atjeh Post menyamai posisi dia yang pernah menjadi sosok si Detak Unsyiah. Mimpi aku semakin dekat dengan dunia nyataku Insya Allah..
Nah ini dia link nya:


Sabtu, 21 Januari 2012 13:12 WIB

Ipah, Dara Serba Bisa dari Sigli

FERDIAN A MAJNI | Foto : DOK
Gadis-gadis itu bergerak gemulai. Jemari lentik dan kaki mereka lamat-lamat menghentak panggung. Atraksi Ratéb Meuseukat yang ditampilkan menghipnotis ribuan penonton. Tarian tradisional Aceh itu ditampilkan pada ajang Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) di Malang, Jawa Timur.

Gadis-gadis beruntung mewakili Aceh itu berjumlah delapan orang, di antaranya adalah Hanifah Hasnur. Ipah, begitu ia akrab disapa, terpilih mewakili Banda Aceh. Sedangkan tujuh rekannya mewakili kabupaten masing-masing. Mereka lalu bersatu membawa nama Aceh dalam satu grup tari mengikuti ajang PPAP di Malang.
Awalnya, Ipah sempat pesimis saat mengikuti proses seleksi yang diadakan Dispora Aceh. Penyebabnya, 80 persen peserta begitu mahir menari, bernyanyi dan memainkan alat musik tradisional Aceh.
“Alhamdulillah dengan kelebihan berbahasa inggris yang saya kuasai akhirnya saya terpilih di ajang PPAP tahun lalu,” ujar Ipah sambil memperlihatkan dokumentasi perjalanannya saat di wawancarai The Atjeh Post.
Saat ini, Ipah menempuh pendidikan S1 di dua tempat berbeda: Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Serambi Mekkah, dan FKIP Bahasa Inggris Unsyiah. “Insyaallah di Serambi akan wisuda Februari nanti dan di Unsyiah pada akhir tahun ini,” kata dara berkulit sawo matang itu.
Putri pasangan almarhum Hasballah dan Nurjannah ini dikenal sebagai sosok ramah, mudah bergaul dan pantang menyerah. Bagi Ipah, pengalaman berharga adalah ketika ia bertemu dan bisa berbagi dengan orang lain. Perihal ini diakui oleh teman-temannya, “orangnya ramah, enak diajak ngobrol dan selalu aktif diberbagai kegiatan” kata Musfijar, salah seorang sahabatnya.
Selain kesibukan kuliah, gadis kelahiran Sigli, 22 Juli 1989 ini juga mengaku sangat tertarik di bidang politik, kesehatan, budaya, lingkungan dan fotografi. Karena ketertarikan itu, Ipah selalu ingin terlibat di berbagai kegiatan dan perlombaan.
Misalnya, pada 2005 ketika masih SMA, Ipah pernah menjadi Pinsa Pi (Ketua Regu Putri) pada Pramuka Saka Bhayangkara Polres Pidie. Saat itu, Ipah sempat mengikuti beberapa even pramuka se-Aceh.    
Duduk di bangku kuliah Unsyiah pada 2008, Ipah mulai aktif  sebagai pengurus ESA (English Student Association), Compas TDMRC (Tsunami Disaster Mitigation Research Center) Unsyiah, dan Coast to Coat Library (CCL) Language Center Unsyiah.
Di luar kampus, Ipah masih punya seabrek kegiatan. Ia guru les di BT/BS Bimafika, mengajar bahasa Inggris untuk siswa SD, SMP dan SMA. Ipah juga menjadi pendidik sebaya di Ayomi (Aceh Youth Family), salah satu organisasi non profit yang bergerak di bidang penyebaran informasi kesehatan untuk remaja di Banda Aceh.
Keterlibatannya menjadi volunteer di Ayomi membawa  Ipah ke beberapa event besar, seperti memperingati hari-hari Nasional, HAN (Hari Anak Nasional), WAD (World Aids Day), dan hari-hari nasional lainnya. Di sana Ipah sering kali dipercaya menjadi speaker dalam talkshow-talkshow di radio maupun program TV daerah dan dalam pembagian media KIA.
Akhir Februari 2011 lalu, Ipah dipercayakan menjadi pemateri pada kegiatan Perkemahan Ragam Lomba Ketrampilan dan Aksi Pramuka Se-Nangroe Aceh Darussalam GUDEP A.329-A.330 di Banda Aceh.
Bagi Ipah, aktif di berbagai organisasi baik dalam atau luar kampus sangatlah penting. Ia menyebutnya,  the way to contribute for society. “Kecerdasaan intelektual tanpa kontribusi apa-apa untuk masyarakat di sekitarnya merupakan hal yang sia-sia,” celoteh gadis bungsu dari 3 bersaudara tersebut
Namun bukan kegiatan itu saja yang melambungkan namanya, Ipah juga sering mengikuti berbagai ajang perlombaan, di antaranya.
Pada perlombaan fotografi yang bertema “Hitam Putih Pendidikan Aceh” dan diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafi) Unsyiah pada awal tahun 2011 lalu. Ipa meraih juara 1 dengan karya foto yang ia ambil ketika berkunjung ke Masjid Raya. “Saya memotret anak-anak yang sedang mengaji di luar masjid, mereka sedang tertawa dengan riangnya.” Kenang Ipah.
Ipah mengaku sudah menyukai dunia fotografi sejak SMA. Bermodal sebuah camera pocket hadiah kakaknya, Ipah selalu mencoba mengabadikan momen-momen berharga. Ia paling gemar menjepret fenomena sosial seperti kegiatan nyak-nyak yang berjualan sayur di Peunayong dan kegiatan ibu-ibu yang mencari tiram di Krueng Aceh.
Punya banyak prestasi, tak berarti Ipah tak pernah gagal. Untungnya, gadis penikmat mie Aceh ini bukan tipe mudah putus asa. Ia bahkan senang mencoba hal baru. Filosofi jangan menyerah sebelum berhasil terpacak kuat di benaknya.

"Apabila kita menyerah sebenarnya kita hanya tinggal selangkah lagi menuju keberhasilan. Itulah yang selalu saya tanam dalam benak saya. Ketika saya belum berhasil menggapai target, maka saya tidak ragu untuk mencoba  lagi dan mencoba lagi karena terkadang kesempatan kedua jauh lebih baik daripada kesempatan pertama. Where there is a will there is a way”, so never ever give up," ujar Ipah yang bercita-cta menjadi anggota legislatif.

Ipah juga menyimpan banyak harapan di awal tahun ini. Selain ingin segera bisa menyelesaikan studi di kedua universitas, ia juga  sedang menunggu pengumuman Beasiswa CCIP (Community College Initiative Program) untuk melanjutkan pendidikan ke Negeri Paman Sam.

Motivasi yang paling besar dalam hidup Ipah adalah Nurjannah, ibu kandungnya. Sosok wanita  itu bagai pelita dalam hidupnya. Sejak masih balita, ayahnya sudah meninggal dunia. Walhasil, seluruh kebutuhan keluarga menjadi beban ibunya yang berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar. Pada akhirnya kedua kakak Ipah mencapai kesuksesan. “Kakak pertama saya berkerja sebagai bendahara di kantor Bupati Aceh Jaya dan kakak kedua bekerja di salah satu Rumah Sakit di Pidie Jaya,” ujar Ipah di ujung pertemuan.
Begitulah, semangat pantang mundur telah membawa Ipah, gadis multitalenta itu, kian dekat meraih impian.[]
 


Jumat, 13 Januari 2012

Akhirnya.. aku mendapat surat pernyataan nilai mata kuliah Psikologi sosial, dan ini berarti aku bisa sidang dalam waktu dekat ini. Setelah melewati masa-masa sulit, tetek bengek birokrasi yang sangat complicated, can you imagine it? ada slip-slip spp yang harus selalu disimpan, karena sistem birokrasi yang  masih sangat-sangat manual di Universitas Serambi Mekkah, however, it's my campus, hehe..

Banyak hal yang sudah aku lewati, dan setahun terakhir ini adalah masa tersulit yang aku hadapi, bolak-balik RSU ZA ke kampus, bolak balik ke akademik, dimaki-maki dosen bhkan terakhir sempat down banget, saat aku menjumpai pak Samsol, setelah menunggu dua jam di PSIK, beliau malah bilang, saya tidak bisa memfinal ujiankan kamu tanpa surat izin dari akademik, terasa seperti petir besar menghampiri ku, membayangkan akademik seperti membayangkan neraka bagiku, datang ke akademik sama seperti kita menjadi pengemis, yang mengemis-ngemis harap diurus urasannya, berat bagiku. 

Namun yang terpikir bagiku saat itu hanya satu, aku sudah melangkah sejauh ini, aku tidak boleh nyerah, aku harus memperjuangkannya demi bisa menyelesaikan kuliah ku di FKM, hari itu hari rabu tanggal 4 Januari 2012 tepat hari Rabu, setelah mendengar penolakan dari Pak Samsol, hujan pun turun, nggak ngerti kenapa cuaca sangat mendukung susasana hatiku saat itu, aku pun berjalan di tengah rintik hujan, sedih yang aku rasakan saat itu  membuatku tidak menghiraukan hujan yang mulai membasahi tubuhku, aku pun singgah di Mesjid Kampus Darussalam, shalat dan berdoa, sekuat tenaga aku menahan tangis, tapi air mataku tidak dapat kutahan bahkan aku semakin terisak-isak, yang terpikir sama aku saat itu, apakah aku harus melihat ibu kecewa, harapan ibu untuk melihatku wisuda haruskah pupus, semakin aku memikirkan ibu semakin deras air mataku keluar dan semakin terisak-isak, hinggga ada seorang perempan menyapaku menanyakan apa masalahku hingga aku terisakisak saat itu, tapi sangat sulit bagiku untuk berbagi cerita apalagi dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal.

Lama aku merasa haru dalam isakku, hingga akhirnya Allah lah yang memberi aku petunjuk, Allah meyakinkanku bahwa pasti ada jalan keluar. Dan aku pulang dengan berusaha melupakan apa yang terjadi hari itu, untuk sementara, biarlah besok aku pikirkan kembali apa yang harus aku lakukan.

Tapi setelah seminggu bolak-balik ke PSIK, akhirnya aku bisa mengikuti ujian final Psikologi sosial dengan pak samsol dan bapak mengizinkan aku mendapatkan nilai mata kuliah tersebut, itu artinya syarat untuk aku sidang sudah cukup.

Insya Allah sebentar lagi semua itu berakhir, menjalani sidang dan berharap cepat yudisium dan wisuda Amin.

Rabu, 11 Januari 2012


Nah ini dia personil "GBF", jangan tanya deh apa kepanjangan dari GBF karena saya pun tidak tau, hahaha
awal mula terbentuknya GBF ketika kami sama-sama memulai kuliah kami di FKIP Bahasa Inggris Unsyiah. Awal mulanya cuma kenal begitu aja karena satu grup di kampus hingga akhirnya dekat dan dekat nggak tahu kenapa bisa dekat, karena pada dasarnya kami memiliki karakter yang sangat berbeda satu sama lain. 

Dimana personil pertama bernama Try wulandary yang berjilbab hijau memilki hobi bernyanyi, hingga tidak ada hari yang dilaluinya tanpa bernyanyi, dan suaranya pun lumayan sehingga tidak sakit di dengar(tidak seperti suarakuu pastinya.. hehehe).

Personil kedua bernama Julia Rizki, yang berjilbab pink. Wajahnya yang lembut disertai perawakannya yang lembut membuat tidak sedikit cowok-cowok yang mencoba dekat, iyah dia sangat lembut dan pastinya baik.

Personil ketiga, Hanifah Hasnur, ini lah si pemilik blog ini yang memakai jilbab ungu. Dengan wajah yang sangat pas-pasa an dan berasal dari kampung aku bisa berteman dengan ketiga personil lain, nggak tau juga kenapa mereka mau berkawan dengan aku, karena pada dasarnya mereka sendiri heran kenapa mau berkawan dengan aku.. hahah kata mereka aku aneh.. whatever lah tapi mereka teman-teman yang baik kok.

nah ini dia personil yang  terakhir, orang nya jutek abis, dengan wajah yang tidak kalah cantiknya dengan artis-artis papan atas, dia pun mampu membuat mata-mata cowok tersepona(eh..terpesona maksudnya..heheh). tapi sifat acuh tak acuhnya itu, akhinya tidak banyak yang berani ngomog sama dia. hahahah

Banyak kenangan yang  aku lalui bersama mereka, banyak juga rahasia yang aku simpan dari mereka. not really keep it, cuma mungkin belum ada waktu yang pas untuk aku menceritakannya.
okey, ntar deh aku cerita lagi rahasia apa itu, dan mengapa aku menyembukannya dari mereka.

12/01/2012

Ini adalah minggu kedua tahun ini, semestinya ini menjadi minggu-minggu yang paling semangat untuk memulai sesuatu hal yang baru, target baru.
Hari ini aku kembali berjuang dengan selembar kertas lusuh yang sudah aku print seminggu yang lalu untuk meminta tanda tangan dosen mata kuliah agar sudi kiranya membuat surat pernyataan ujian final duluan untuk syarat sidang, kumulai langkah dengan bismillah dah aku pun mulai melangkah dengan pasti dan penuh harapan bahwa akan ada jalan keluar untuk masalah yang sudah bersaraang di otakku beberapa bulan terakhir.
hari demi hari, bulan demi bulan sudah kulewati hampir setahun aku menghabiskan waktu untuk menyelesaikan skripsi ku di FKM USM, ini pastinya bukanlah hal yang mudah ditengah kesibukanku kuliah di FKIP USK, mengajar di Bimafika, volunteer di Ayomi.
Tapi inilah perjuangan, tidak boleh menyerah, aku sudah melewati 4 tahun lamanya kuliah di dua tempat yang berbeda, aku harus menyelesaikannya, Insya Allah.