Jumat, 13 Januari 2012

Akhirnya.. aku mendapat surat pernyataan nilai mata kuliah Psikologi sosial, dan ini berarti aku bisa sidang dalam waktu dekat ini. Setelah melewati masa-masa sulit, tetek bengek birokrasi yang sangat complicated, can you imagine it? ada slip-slip spp yang harus selalu disimpan, karena sistem birokrasi yang  masih sangat-sangat manual di Universitas Serambi Mekkah, however, it's my campus, hehe..

Banyak hal yang sudah aku lewati, dan setahun terakhir ini adalah masa tersulit yang aku hadapi, bolak-balik RSU ZA ke kampus, bolak balik ke akademik, dimaki-maki dosen bhkan terakhir sempat down banget, saat aku menjumpai pak Samsol, setelah menunggu dua jam di PSIK, beliau malah bilang, saya tidak bisa memfinal ujiankan kamu tanpa surat izin dari akademik, terasa seperti petir besar menghampiri ku, membayangkan akademik seperti membayangkan neraka bagiku, datang ke akademik sama seperti kita menjadi pengemis, yang mengemis-ngemis harap diurus urasannya, berat bagiku. 

Namun yang terpikir bagiku saat itu hanya satu, aku sudah melangkah sejauh ini, aku tidak boleh nyerah, aku harus memperjuangkannya demi bisa menyelesaikan kuliah ku di FKM, hari itu hari rabu tanggal 4 Januari 2012 tepat hari Rabu, setelah mendengar penolakan dari Pak Samsol, hujan pun turun, nggak ngerti kenapa cuaca sangat mendukung susasana hatiku saat itu, aku pun berjalan di tengah rintik hujan, sedih yang aku rasakan saat itu  membuatku tidak menghiraukan hujan yang mulai membasahi tubuhku, aku pun singgah di Mesjid Kampus Darussalam, shalat dan berdoa, sekuat tenaga aku menahan tangis, tapi air mataku tidak dapat kutahan bahkan aku semakin terisak-isak, yang terpikir sama aku saat itu, apakah aku harus melihat ibu kecewa, harapan ibu untuk melihatku wisuda haruskah pupus, semakin aku memikirkan ibu semakin deras air mataku keluar dan semakin terisak-isak, hinggga ada seorang perempan menyapaku menanyakan apa masalahku hingga aku terisakisak saat itu, tapi sangat sulit bagiku untuk berbagi cerita apalagi dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal.

Lama aku merasa haru dalam isakku, hingga akhirnya Allah lah yang memberi aku petunjuk, Allah meyakinkanku bahwa pasti ada jalan keluar. Dan aku pulang dengan berusaha melupakan apa yang terjadi hari itu, untuk sementara, biarlah besok aku pikirkan kembali apa yang harus aku lakukan.

Tapi setelah seminggu bolak-balik ke PSIK, akhirnya aku bisa mengikuti ujian final Psikologi sosial dengan pak samsol dan bapak mengizinkan aku mendapatkan nilai mata kuliah tersebut, itu artinya syarat untuk aku sidang sudah cukup.

Insya Allah sebentar lagi semua itu berakhir, menjalani sidang dan berharap cepat yudisium dan wisuda Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar